KabarKami.News – Tren Penggunaan Vespa klasik di kalangan anak muda semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Skuter legendaris asal Italia ini tidak hanya menjadi alat transportasi, tetapi juga simbol gaya hidup, hobi, dan identitas komunitas.
Vespa klasik merupakan skuter ikonik produksi Piaggio yang umumnya menggunakan mesin 2-tak dan diproduksi sejak era 1950-an hingga awal 2000-an. Hingga kini, kendaraan tersebut masih diminati karena memiliki desain khas, suara mesin yang unik, serta nilai sejarah yang tinggi.
Secara umum, Vespa klasik terbagi menjadi dua kategori utama berdasarkan ukuran rangkanya, yaitu Largeframe yang memiliki bodi besar dan Smallframe yang berukuran lebih ringkas. Selain itu, terdapat pula beberapa model premium yang tergolong langka dan menjadi incaran para kolektor.
Pada kategori Largeframe, terdapat beberapa model yang cukup populer. Salah satunya adalah Vespa Sprint 150 cc, yang dikenal sebagai seri legendaris dengan tarikan mesin responsif dan desain bodi mengotak yang khas. Selain itu, ada Vespa Super, yang hadir dalam varian mesin 125 cc dan 150 cc dengan desain bodi lebih membulat, sehingga banyak diminati oleh kolektor pemula.
Model lainnya adalah Vespa PX, penerus seri Sprint yang mulai diproduksi pada akhir 1970-an. Vespa ini mudah dikenali melalui desain lampu depan dan setang yang mengotak. Sementara itu, Vespa Exclusive atau seri PS/PX yang diproduksi di Indonesia oleh Danmotors juga menjadi salah satu model favorit dengan kapasitas mesin 150 cc.
Di sisi lain, kategori Smallframe menawarkan dimensi yang lebih ramping dan lincah. Vespa PTS dengan kapasitas mesin 90 cc hingga 100 cc menjadi salah satu model yang paling banyak diburu para pehobi karena ukurannya yang mungil dan mudah bermanuver di jalan perkotaan. Adapun Vespa Darling 50 cc dikenal sebagai model yang sangat langka dan memiliki nilai koleksi tinggi.
Selain kedua kategori tersebut, terdapat pula model-model premium yang memiliki nilai sejarah dan koleksi yang tinggi. Vespa 150 GS (Gran Sport) misalnya, dikenal sebagai pelopor Vespa bermesin 150 cc dengan desain aerodinamis yang terinspirasi dari motor balap pada masanya. Sementara itu, Vespa Kongo (VGLA/VGLB) memiliki sejarah unik karena pernah dijadikan cinderamata bagi pasukan Kontingen Garuda TNI yang bertugas di Kongo pada era 1960-an.
Meningkatnya minat anak muda terhadap Vespa klasik menunjukkan bahwa kendaraan lawas masih memiliki daya tarik tersendiri di tengah perkembangan teknologi otomotif modern. Selain sebagai sarana transportasi, Vespa klasik kini juga menjadi bagian dari budaya dan komunitas yang terus berkembang di berbagai daerah di Indonesia./Rizky.Wiji
