Bandung – Mencapai usia 17 tahun bukanlah perjalanan yang mudah bagi LSM_GERRAM INDONESIA, yang saat ini berada dibawah naungan Yayasan Indonesia Berfikir Sehat (INBEST). Sejak pertama kali mengibarkan niat luhur pada 28 April 2009, organisasi ini telah menempuh jalan terjal yang penuh warna, antara cita-cita mulia dan realita keras di lapangan. Tujuh belas tahun melangkah, ibarat manusia yang menginjak usia dewasa, kami pun tumbuh ditempa oleh berbagai kejadian—baik yang membanggakan, maupun yang meninggalkan bekas luka mendalam.
Dalam perjuangan ini, kami tidak hanya berhadapan dengan tantangan ideologi atau masalah yang kami perjuangkan. Kami juga merasakan langsung apa arti “luka tembak” dalam berbagai bentuknya. Ada intimidasi yang datang dari berbagai arah, tekanan yang bertubi-tubi, hingga ancaman yang kerap kali mencoba membungkam suara kami. Namun, justru di tengah tekanan itulah, kami semakin mengerti bahwa memperjuangkan kebenaran dan keadilan bukanlah pekerjaan yang bisa dilakukan dengan rasa aman dan nyaman semata. Perjuangan ini menuntut nyali, kesabaran, dan keteguhan hati yang tak boleh luntur.
Lebih pahit lagi, luka terbesar ternyata tidak selalu datang dari luar, melainkan dari lingkaran sendiri. Selama 17 tahun ini, kami menyaksikan bagaimana ada pihak-pihak yang berusaha memanfaatkan nama besar LSM_GERRAM INDONESIA demi kepentingan pribadi atau golongan. Nama organisasi yang dibangun dengan keringat dan air mata, kerap kali dijadikan alat untuk mendapatkan keuntungan, popularitas, atau sekadar panggung sandiwara sesaat.
Bukan hanya itu, kami juga harus menerima kenyataan pahit akan keberadaan oknum-oknum yang menyandang status anggota, namun jiwanya tidak ada di sini. Mereka datang hanya sekadar “numpang ke kamar kecil”—lewat sebentar, memanfaatkan fasilitas, nama baik, dan jaringan yang sudah dibangun, lalu pergi begitu saja tanpa meninggalkan sumbangsih apa pun. Mereka yang hanya datang saat ada untungnya, dan hilang saat organisasi sedang butuh tenaga dan dukungan. Kehadiran mereka hanya menjadi beban, bukan kekuatan, dan meninggalkan noda kecil dalam sejarah perjalanan panjang ini.
Namun, di balik segala luka, pengkhianatan, dan pemanfaatan itu, LSM_GERRAM INDONESIA tetap berdiri tegak hingga hari ini. Usia 17 tahun adalah bukti bahwa kami tidak runtuh oleh ujian, kami tidak lenyap oleh kepentingan, dan kami tidak padam oleh kepergian mereka yang hanya sekadar singgah.
Kini, memasuki usia kedewasaan ini, kami bertekad melangkah dengan rencana yang jauh lebih matang, lebih profesional, dan sarat dengan integritas. Kami ingin memisahkan yang mana pejuang sejati dan mana yang sekadar penumpang. Kami ingin mengajak seluruh aktivis, anggota, dan simpatisan yang tulus hati: mari kita buang jauh-jauh kepentingan pribadi, mari kita singkirkan mereka yang hanya ingin memanfaatkan, dan mari kita bangun kembali kekuatan ini atas dasar komitmen yang murni.
Perjuangan belum selesai. Luka yang ada akan menjadi kenangan yang menguatkan, bukan melemahkan. LSM_GERRAM INDONESIA terus berjalan, lebih tangguh, lebih tegas, dan lebih siap mewujudkan tujuan mulia yang sejak awal telah kami ikrarkan./*sugiel*












