Indeks

Kesenian Tradisional Jawa Barat Nyaris Punah – Calung & Reog Harus Dijaga Sebelum Terlambat

Tasikmalaya – Jawa Barat punya khazanah seni dan budaya yang kaya, tapi beberapa kesenian tradisional seperti Calung dan Reog (Reog Sunda) kini berada di ambang kepunahan. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama, karena bukan hanya kehilangan bentuk seni, tapi juga hilangnya nilai-nilai budaya yang menjadi jati diri masyarakat Sunda.

Calung: Alat Musik Bambu yang Sedikit Terkenal Muda

Calung adalah alat musik perkusi dari bambu yang dimainkan dengan cara dipukul, biasanya digunakan dalam pertunjukan ronggeng atau acara adat seperti perkawinan dan khitanan. Kini, kesempatan melihat pertunjukan Calung semakin jarang ditemui, terutama di perkotaan.
Penyebab utamanya adalah minimnya generasi muda yang tertarik untuk belajar dan melestarikan seni ini. Banyak yang menganggap Calung “kuno” dan tidak se menarik musik modern. Selain itu, kurangnya dukungan sarana dan prasarana untuk pelatihan serta pertunjukan membuat para pemain tradisional kesulitan untuk melanjutkan warisan ini.

Reog Sunda: Pertunjukan Megah yang Mulai Hilang

Berbeda dengan Reog Ponorogo yang lebih dikenal nasional, Reog Sunda memiliki ciri khas sendiri dengan kostum yang megah dan gerakan yang penuh kekuatan. Pertunjukan ini biasanya diadakan dalam rangka acara adat besar atau perayaan kemerdekaan, tapi kini hanya bisa dilihat di beberapa daerah tertentu seperti Garut, Tasikmalaya, atau Kuningan.
Masalah utama adalah minimnya penerus yang mampu menguasai teknik pertunjukan, terutama karena kostum dan alat yang digunakan cukup berat serta membutuhkan ketangkasan khusus. Selain itu, kurangnya promosi dan pemahaman tentang nilai budaya Reog Sunda membuatnya jarang menjadi pilihan hiburan masyarakat luas.

Langkah yang Perlu Dilakukan

– Integrasikan ke Dalam Kurikulum Sekolah: Mengajarkan Calung dan Reog Sunda di sekolah dasar hingga menengah bisa membangkitkan minat generasi muda sejak dini, sekaligus memberikan pemahaman tentang nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

– Berikan Dukungan Bantuan dan Fasilitas: Pemerintah daerah Jawa Barat perlu mengalokasikan anggaran untuk pembuatan alat musik, kostum, serta pelatihan yang dilakukan oleh pemain tradisional berpengalaman.

– Promosikan Melalui Acara Budaya: Menggelar festival seni tradisional secara berkala, atau memasukkan pertunjukan Calung dan Reog Sunda ke dalam acara-acara besar daerah bisa meningkatkan eksistensi dan daya tarik kesenian ini.

– Manfaatkan Media Digital: Membuat konten video tentang proses pembuatan alat, cara memainkan Calung, atau rekaman pertunjukan Reog Sunda dan membagikannya melalui platform digital bisa menjangkau khalayak yang lebih luas, terutama generasi muda.

Akhirnya, Calung dan Reog Sunda bukan hanya bentuk kesenian, tapi juga wadah penyampaian nilai-nilai seperti hiburan, kerja sama, keberanian, dan rasa cinta tanah air (kisunda-red). Jika tidak segera dilakukan langkah perlindungan dan pelestarian, kedua kesenian ini akan hilang dan kita hanya bisa mengenalnya dari buku sejarah. Melestarikan budaya adalah tanggung jawab kita semua, agar warisan leluhur tetap hidup dan bisa dinikmati oleh generasi mendatang./djohar

Exit mobile version