Ngaku Cucu Menteri, Anggaran MBG Dipangkas: Dari Rp10 Ribu Jadi Rp6.500, Siapa Bermain?

Surabaya – Dugaan pemotongan anggaran program makan bergizi gratis (MBG) di Ponorogo memicu pertanyaan serius soal pengawasan dan integritas pelaksana.
Yang Pasti, Program makan bergizi gratis yang seharusnya menjadi harapan bagi masyarakat justru diterpa dugaan penyimpangan. Seorang pemilik dapur MBG di Ponorogo disebut-sebut memangkas anggaran dari Rp10.000 menjadi hanya Rp6.500 per porsi—dengan mengaku sebagai “cucu menteri”.
Jika benar, ini bukan sekadar pelanggaran—ini pengkhianatan terhadap hak gizi rakyat.
Dugaan Pemangkasan Anggaran
Informasi yang beredar menyebutkan adanya pengurangan nilai anggaran makanan per porsi dalam program MBG. Dari nilai semula Rp10.000, realisasi di lapangan disebut hanya Rp6.500.
Selisih tersebut memunculkan dugaan:
adanya pemotongan tidak sah
penurunan kualitas makanan
serta potensi penyalahgunaan anggaran publik
Klaim “Orang Dalam” yang Mengkhawatirkan
Lebih jauh, muncul klaim bahwa pihak terkait mengaku sebagai “cucu menteri”.
Narasi ini berbahaya, karena:
bisa menjadi alat intimidasi
melemahkan kontrol di lapangan
dan menciptakan kesan bahwa ada “perlindungan kekuasaan”
Jika dibiarkan, ini bisa merusak kepercayaan terhadap program negara.
Dampak Langsung ke Masyarakat
Pemangkasan anggaran bukan sekadar angka.
Dampaknya nyata:
kualitas makanan menurun
nilai gizi berkurang
tujuan program bisa gagal
Padahal program MBG menyasar kelompok rentan yang justru paling membutuhkan asupan layak.
Pengawasan Dipertanyakan
Kasus ini membuka pertanyaan besar:
di mana fungsi kontrol?
siapa yang mengawasi distribusi anggaran?
bagaimana mekanisme audit di lapangan?
Tanpa pengawasan ketat, program sebesar apa pun berisiko diselewengkan.
Alhasil, program makan bergizi gratis bukan sekadar proyek—ia menyangkut masa depan generasi.
Jika benar ada pemotongan anggaran dengan dalih kedekatan kekuasaan, maka ini bukan hanya pelanggaran administratif.
Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat.*timred

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *