Indeks

KEKAYAAN SENI BUHUN SUNDA KOTA BANJAR : Warisan Leluhur yang Tetap Hidup dan Bersinar

Kota Banjar – Di antara hiruk-pikuk zaman modern, Kota Banjar, Jawa Barat, masih menyimpan segudang kekayaan seni dan budaya tradisional Sunda yang turun-temurun dijaga. Berbagai kesenian dan tradisi itu bukan sekadar tontonan, melainkan cermin kearifan lokal, identitas masyarakat, dan bentuk syukur kepada Sang Pencipta. Berikut adalah ragam seni buhun yang menjadi kebanggaan warga Kota Banjar:

Seni Jurig Sarengseng
Ini adalah pertunjukan unik yang menampilkan boneka raksasa berbentuk sosok “jurig” atau makhluk halus dalam pandangan masyarakat setempat. Meskipun tampil menyeramkan, sebenarnya seni ini hadir sebagai media hiburan yang mengundang tawa dan kegembiraan. Gerakan boneka yang lincah, diiringi irama musik tradisional, menjadikan Jurig Sarengseng sering ditampilkan dalam berbagai acara rakyat untuk memeriahkan suasana.

Reog Dongkol
Berasal dari Desa Karyamukti, Reog Dongkol memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dari reog di daerah lain. Pertunjukan ini memadukan alunan musik tradisional, gerakan tari yang enerjik, dan unsur komedi yang segar. Penampilannya tidak hanya menghibur, tetapi juga sering menyelipkan pesan-pesan moral dan kehidupan sehari-hari yang mudah dipahami masyarakat.

Manuk Janur
Seni pertunjukan ini menampilkan replika burung raksasa yang seluruhnya terbuat dari anyaman daun kelapa muda (janur). Keindahan anyaman dipadukan dengan gerakan tari yang dinamis dan luwes, seolah-olah burung itu benar-benar hidup dan terbang. Manuk Janur sering tampil dalam acara adat maupun perayaan besar sebagai simbol kedamaian dan harapan baik.

Ebeg / Kuda Lumping
Sebagai salah satu seni yang paling populer, Ebeg atau Kuda Lumping di Kota Banjar menjadi bukti akulturasi budaya yang indah. Menggunakan properti kuda-kudaan dari anyaman bambu, penari menampilkan gerakan lincah yang diiringi musik gamelan dan terbang. Di balik keindahannya, seni ini menyimpan nilai sejarah dan menjadi simbol persatuan warga dari berbagai latar belakang.

Tradisi Ngabumi
Lebih dari sekadar kesenian, Ngabumi adalah upacara adat dan syukuran hasil bumi yang dilaksanakan secara turun-temurun di Kampung Siluman Pulau Majeti. Dalam perayaan ini, warga berkumpul untuk memanjatkan rasa terima kasih atas rezeki yang diberikan alam. Acara ini semakin meriah dengan dipentaskannya berbagai ragam seni etnik setempat, menjadikan Ngabumi sebagai wadah pelestarian sekaligus perjumpaan seluruh warga.

Menjaga Warisan Agar Tak Hilang
Kelima warisan budaya ini adalah aset berharga Kota Banjar. Seni buhun Sunda ini bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan napas kehidupan yang terus dirawat. Di tengah gempuran budaya asing, keberadaan Jurig Sarengseng, Reog Dongkol, Manuk Janur, Ebeg, dan Tradisi Ngabumi menjadi pengingat akan jati diri.

Upaya pelestarian tidak hanya menjadi tugas pemerintah atau sesepuh, tetapi tanggung jawab bersama. Jika terus dijaga, diajarkan, dan dipertunjukkan, seni buhun Sunda Kota Banjar akan terus hidup, menceritakan kisah leluhur, dan tetap menjadi kebanggaan bagi generasi sekarang hingga nanti.
Seni adalah cermin jiwa bangsa. Merawatnya berarti menjaga akar dan identitas diri.”/djohar

Exit mobile version