Sukoharjo – Sebuah aksi kedermawanan dari pemilik usaha kuliner mendadak viral. Rumah Makan Pawon Ayu di Sukoharjo, Jawa Tengah, menggelontorkan dana fantastis sebesar Rp 580 juta untuk memberikan kejutan spesial bagi para stafnya menjelang Lebaran 2026.
Bukan sekadar uang tunai, sang pemilik, Agung Widiyatmoko, membagikan unit sepeda motor Honda Beat baru kepada seluruh karyawannya yang berjumlah 29 orang.
Kejutan Pasca-Tarawih
Agung menjelaskan bahwa unit motor tersebut merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi para karyawan selama ini. Menariknya, hadiah kendaraan ini diberikan terpisah dari THR reguler.
“THR (uang tunai) sebenarnya sudah dibagikan sebelumnya karena itu hak mereka. Kendaraan ini murni apresiasi. Tapi karena momennya menjelang Idul Fitri, disebut THR juga boleh,” ujar Agung.
Untuk menjaga elemen kejutan, Agung mengundang seluruh stafnya makan malam bersama setelah salat tarawih tanpa memberitahu rencana pembagian motor tersebut. Ia berharap hadiah ini menjadi suntikan semangat baru agar timnya tetap solid dan loyal.
Kesaksian Karyawan: “Dapat Uang, Dapat Motor”
Salah satu karyawan, Pujihartini (45), mengaku masih tidak percaya dengan keberuntungan yang diterimanya. Ibu dua anak yang sudah bekerja selama lima tahun ini bercerita bahwa dirinya baru saja menerima THR tunai senilai Rp 2,5 juta (sesuai UMR Sukoharjo) pada Jumat (13/3/2026).
Namun, hanya berselang tiga hari, ia justru mendapatkan kejutan berupa sepeda motor. “Alhamdulillah, rasanya campur aduk. Hari Jumat sudah terima THR, kok hari Senin dapat motor lagi,” ungkapnya penuh syukur.
Tips Mengelola THR: Jangan Sampai “Numpang Lewat”
Menerima dana tambahan seperti THR tentu menggembirakan, namun jika tidak dikelola dengan cermat, uang tersebut bisa habis dalam sekejap. Perencana keuangan Prita Hapsari Ghozie memberikan panduan agar kondisi finansial tetap stabil pasca-Lebaran.
Gunakan Rumus 10-70-20
Prita menyarankan alokasi dana THR dibagi ke dalam tiga pos utama:
-
10% untuk Keinginan: Digunakan untuk membeli baju baru atau hiburan ringan.
-
70% untuk Kebutuhan Lebaran: Mencakup zakat, sedekah, biaya mudik, makanan, hingga “salam tempel” untuk sanak saudara.
-
20% untuk Masa Depan: Dialokasikan untuk tabungan, investasi, atau melunasi utang yang ada.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Banyak orang terjebak pada pola pikir bahwa THR adalah “uang kaget” yang harus dihabiskan saat itu juga. Hal ini sering memicu belanja impulsif dan pengabaian terhadap pengeluaran kecil (seperti parkir, tips, atau jajan di perjalanan mudik) yang jika diakumulasikan dapat menguras kantong.
Strategi terbaik adalah menyisihkan dana untuk kewajiban (seperti zakat) sesaat setelah uang diterima, kemudian membagi sisa dana untuk kebutuhan H-7 hingga H+7 Lebaran secara disiplin. Dengan begitu, Anda tidak akan kehilangan “napas” finansial saat kembali ke rutinitas setelah libur usai.
/sugiel


