pendidikan sejati tidak berakhir di ijazah, tetapi berlanjut dalam kebaikan yang disebar seumur hidup.
KabarKami.News – Ciamis – Puluhan alumni SPG (Sekolah Pendidikan Guru) Ciamis angkatan 1974-1975 kembali berkumpul dalam silaturahmi akbar akhir pekan ini. Di usia senja, mereka tidak datang untuk pamer jabatan, melainkan untuk menguatkan tali persaudaraan dan mengenang masa-masa pembentukan karakter di bangku pendidikan guru.
Bagi angkatan ’74-’75, SPG (Sekolah pendidikan Guru) Ciamis bukan sekadar sekolah, tapi kawah candradimuka yang mencetak ribuan pendidik dasar di Jawa Barat. Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa ikatan sesama guru melampaui sekat waktu dan status sosial. “Kami bertemu untuk bersyukur. Bersyukur atas kesehatan, dan atas ilmu yang masih bisa kami amalkan hingga kini,” ujar perwakilan panitia.
Acara ini juga diisi dengan doa bersama untuk guru-guru yang telah tiada dan aksi solidaritas membantu rekan alumni yang sakit. Sebuah pesan moral tersirat: Teknologi mungkin berubah, namun keteladanan dan integritas seorang pendidik tetap abadi.
Silaturahmi ini adalah oase di tengah masyarakat yang semakin individualis. Mereka membuktikan bahwa pendidikan sejati tidak berakhir di ijazah, tetapi berlanjut dalam kebaikan yang disebar seumur hidup./suhe
