Gambar atau foto sering lebih dipercaya daripada fakta. Senyum lebar bisa menutupi luka lebar. Pose rapi bisa mengaburkan realita yang berantakan. Semua tampak baik-baik saja—selama masih dalam bingkai.
Padahal, di balik gambar yang indah, bisa saja ada cerita yang sengaja dipangkas. Ada keringat yang tak sempat difilter. Ada air mata yang tak ikut terunggah. Tapi kita? Terlanjur kagum, terlanjur percaya.
Beginilah zaman bekerja: realitas dikalahkan resolusi, kebenaran dikalahkan pencitraan.
Maka, jangan cepat terbuai. Sebab yang tampak belum tentu yang terjadi. Dan yang tidak terlihat, sering justru itulah kenyataannya.
Bijaklah sebelum terpukau. Karena tidak semua yang terang itu jujur, dan tidak semua yang gelap itu salah./djohar







