Indeks

Baru 3 Hari Bernaung di Inbest, Nasib Pedagang Keliling Garut Utara Butuh Perhatian BUMD & Pemkab

Yayasan Indonesia Berfikir Sehat (Inbest).

GARUT – Kondisi yang memprihatinkan dialami oleh Paguyuban Pedagang Keliling Garut Utara. Selama kurun waktu tiga tahun terakhir, organisasi ini nyaris mandeg total atau stagnan. Tidak ada program kerja, tidak ada kegiatan pemberdayaan, dan kepengurusan lama seakan tak bergerak, membuat nasib puluhan pedagang keliling terkatung-katung tanpa arah.

Melihat situasi tersebut, sebuah langkah baru diambil demi menyelamatkan organisasi ini dari keterpurukan. Pada Jumat, 17 April 2026, melalui musyawarah yang disepakati secara aklamasi, seluruh anggota akhirnya memutuskan untuk bergabung dan menempatkan diri di bawah naungan Yayasan Indonesia Berfikir Sehat (Inbest).

Nafas Baru yang Masih Sangat Segar

Perlu digarisbawahi, kemitraan ini baru terjalin sangat singkat. Hingga tulisan ini dibuat, “nafas” kebersamaan Paguyuban dengan Inbest baru berjalan sekitar 3 hingga 4 hari.

Tentu, dalam hitungan hari yang begitu singkat, belum ada program besar yang bisa langsung dieksekusi atau bantuan yang bisa langsung turun. Proses administrasi, pendataan ulang, dan penyusunan program kerja baru saja dimulai. Inbest hadir bukan untuk menjanjikan hal-hal instan, melainkan untuk menjadi wadah yang menaungi dan memperjuangkan hak-hak mereka.

Namun, tantangan berat ada di depan mata. Karena selama tiga tahun organisasi ini mati suri, kondisi keuangan dan aset organisasi nyaris nol. Kebutuhan para anggota sangat mendesak, mulai dari modal usaha, perlengkapan dagang yang layak, hingga perlindungan sosial.

Harapan Besar ke BUMD Garut

Di sinilah peran tulisan ini hadir. Melalui ruang ini, kami ingin membuka mata dan hati semua pihak, khususnya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Garut, dunia usaha, serta instansi terkait lainnya.

Selama ini, para pengurus mengeluhkan sulitnya akses terhadap program CSR maupun bantuan pembinaan. Kini dengan payung hukum yang baru dan lebih jelas di bawah Inbest, pintu gerbang seharusnya bisa lebih terbuka lebar.

Kami mengajak dan menghimbau BUMD Garut untuk dapat melihat, mendengar, dan bersentuhan hati dengan nasib para pedagang keliling ini. Mereka adalah pelaku ekonomi riil yang sangat membutuhkan sentuhan pembinaan dan dukungan modal.

Inbest siap menjadi mitra strategis untuk menyalurkan program-program pemberdayaan. Namun, kami juga menyadari bahwa kekuatan sendiri tidaklah cukup. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan BUMD adalah kunci agar para pedagang ini bisa bangkit kembali setelah tiga tahun lamanya terabaikan.

Semoga langkah aklamasi pada 17 April lalu menjadi titik balik yang baik, dan segera ada tangan-tangan mulia yang siap membantu meringankan beban mereka./basir-roso

Exit mobile version