Indeks

Polemik Seskab vs Dino Harusnya Jadi Momentum Evaluasi Diplomasi, Bukan Perdebatan Pribadi

Menurut kami, perbedaan pandangan antara Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Dino Patti Djalal tentang kunjungan luar negeri Presiden Prabowo seharusnya tidak terjebak pada serangan balik pribadi atau perbandingan masa jabatan. Kritik yang disampaikan Dino tentang efisiensi dan biaya kunjungan adalah hal yang wajar dalam demokrasi – setiap kebijakan negara layak untuk dikritik dan dievaluasi.

 

Namun, tanggapan dari Habiburokhman yang menyatakan kritik itu tidak pantas dan berpotensi memecah belah juga perlu dilihat dari sisi lain. Dalam dunia diplomasi global yang kompleks saat ini, langkah proaktif kepala negara memang memiliki peran penting untuk memperkuat posisi Indonesia. Yang penting adalah bagaimana kita bisa menemukan titik temu antara kedua pandangan ini.

 

Kami sangat setuju dengan apa yang disampaikan Anies Baswedan – kapasitas seseorang tidak bisa diukur hanya dari lama tidaknya masa jabatan resmi. Dino memiliki pengalaman yang luas di dunia diplomasi, dan itu patut dihargai sebagai kontribusi berharga bagi pembangunan kebijakan luar negeri kita.

 

Intinya, polemik ini seharusnya menjadi momentum untuk membuka diskusi terbuka tentang manfaat konkret kunjungan luar negeri, bagaimana mengoptimalkan efisiensi biaya, dan bagaimana kita bisa membuat diplomasi Indonesia lebih efektif bagi kepentingan rakyat./*djohar*

Exit mobile version