Indeks

Tikungan Maut Bojong Gonggo: Kecelakaan Fatal di Jalur Bandung-Tasik

Tikungan Maut Bojong Gonggo: Kecelakaan Fatal di Jalur Bandung-Tasik
Tikungan Maut Bojong Gonggo: Kecelakaan Fatal di Jalur Bandung-Tasik

Garut – Jalur utama Bandung – Tasikmalaya, tepatnya di kawasan tikungan tajam Bojong Gonggo, Kabupaten Garut, kembali mencatat sejarah kelam kecelakaan lalu lintas. Di lokasi yang sudah lama dikenal rawan dan sering memakan korban nyawa itu, baru saja terjadi insiden mengerikan yang melibatkan satu unit sepeda motor dan bus antarkota jurusan Jakarta–Tasikmalaya milik PO Do’a Ibu.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun langsung oleh wartawan KabarKami.News di lokasi, peristiwa bermula saat korban yang baru saja selesai bekerja di wilayah Cikarag, mengendarai sepeda motornya pulang ke rumah. Saat melintasi Jalan Raya Limbangan – Bandrek dan memasuki tikungan Bojong Gonggo, diduga pengendara motor mengalami kehilangan kendali atau “tekor” saat hendak berbelok.

Di saat yang bersamaan, dari arah berlawanan (arah Bandrek), muncul bus Do’a Ibu yang sedang melaju. Karena posisi motor sudah tidak stabil dan jarak yang terlalu dekat, tabrakan tak terelakkan. Dampak benturan begitu keras hingga tubuh dan kendaraan korban terseret dan masuk ke kolong bagian bawah bus besar tersebut.

Saksi mata yang kebetulan berada tidak jauh dari lokasi kejadian, tepatnya di sebuah bengkel terdekat, langsung berlari mendatangi korban yang terjepit dan terkapar. Pertolongan pertama segera dilakukan, dan tim medis dari Puskesmas Bandrek pun dipanggil ke lokasi.

Namun, melihat kondisi luka korban yang cukup parah dan keterbatasan fasilitas serta alat kesehatan di puskesmas setempat, tim medis memutuskan untuk segera merujuk korban ke RSUD dr. Selamet Garut guna mendapatkan penanganan medis yang lebih lengkap dan intensif.

Tikungan Bojong Gonggo memang sudah lama dijuluki sebagai “tikungan maut”. Lekukan jalan yang tajam, visibilitas pandangan terbatas, serta volume kendaraan besar yang padat setiap harinya, menjadikan titik ini sebagai jebakan mematikan bagi pengendara yang kurang berhati-hati atau salah memperkirakan jarak dan kecepatan.

Kecelakaan ini kembali menjadi peringatan keras. Jalur ini bukan sekadar jalan biasa, tapi jalur yang menuntut kewaspadaan ekstra. Keterbatasan fasilitas pertolongan pertama di sekitar lokasi rawan juga menjadi catatan penting, mengingat RSUD dr. Selamet yang menjadi rujukan utama berada cukup jauh dari titik kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi korban masih dalam penanganan medis intensif. Kita doakan semoga korban selamat dan diberikan kesembuhan. Semoga insiden ini menjadi pelajaran bagi seluruh pengguna jalan: kurangi kecepatan, waspada di tikungan, karena nyawa taruhannya./daris-roso-basir

Exit mobile version