Seni Domyak, Tarian Menong, Ibing Pencak Paleredan, dan Seni Carulung, warisan budaya khas sunda yang telah ada puluhan tahun kini terancam hilang.
KabarKami.News – Purwakarta – Keempat seni tradisional Purwakarta bukan cuma hiburan – mereka membawa makna mendalam. Seni Domyak ajarkan sopan santun, Tarian Menong simbol semangat juang, Ibing Pencak Paleredan ajarkan disiplin, dan Seni Carulung ceritakan sejarah rakyat. Tapi sekarang, makna itu jarang dikenal oleh anak muda.
Kenapa bisa begini?
– Minat generasi muda sangat rendah – kesibukan sekolah dan tren modern jadi alasan utama.
– Tidak ada program pembinaan yang tetap – pelatihan hanya sesekali dan tidak konsisten.
– Sarana terbatas – tempat latihan tidak memadai, alat dan kostum sudah tua.
– Jarang ada panggung – kesempatan tampil dan promosi sangat minim.
Pemerintah daerah udah coba lakukan yang terbaik, kayak lokakarya di sekolah dan festival seni. Tapi upaya itu masih terbatas dan belum bisa menarik minat banyak anak muda. Beberapa seniman bahkan harus mengajarkan seni ke cucu mereka sendiri agar tidak hilang.
Ini bukan urusan satu pihak saja!
Pemerintah harus sediakan anggaran dan program tetap untuk pelestarian.
Sekolah harus masukin seni tradisional ke ekstrakurikuler.
Masyarakat harus dukung dengan datang nonton pertunjukan.
Dunia usaha bisa bantu sponsor atau promosi.
Seni tradisional itu identitas kita. Kalau sekarang kita nggak lakukan apa-apa, nanti hanya tinggal cerita di buku sejarah saja. Sudah saatnya kita jaga warisan leluhur sebelum benar-benar hilang!/djohar
