USTADZ, MANUSIA, DAN MORAL YANG DIGEREBEK

Hukum sosial Lebih Berpengaruh ketimbang hukum negara,, Itulah yang berlaku saat ini.

Karawang – Di negeri yang gemar mengangkat manusia jadi setengah malaikat, kita sering lupa satu hal sederhana: bahkan ustadz pun masih punya bayangan.

Kasus “ustadz digerebek di Kecamatan Tirtajaya Karawang” — entah sepenuhnya benar, setengah benar, atau sekadar drama yang dibumbui netizen — kembali membuka satu penyakit lama: kita terlalu cepat mengkultuskan, lalu terlalu cepat pula menghakimi.

Padahal, sejak awal, tidak pernah ada kontrak sosial bahwa seorang ustadz adalah manusia tanpa cela. Mereka bukan nabi. Mereka bukan malaikat. Mereka manusia—yang bisa berdakwah di siang hari, dan… tergelincir di malam hari.

Ironisnya, masyarakat kita lebih suka membangun panggung kesucian daripada sistem pengawasan moral.

Kita tepuk tangan saat ceramahnya menyentuh hati, tapi menutup mata pada potensi gelap yang juga manusiawi.
Lalu ketika ada penggerebekan?

Kamera dinyalakan. Narasi dibakar. Penghakiman digelar tanpa jeda.
Seolah-olah kita semua suci, dan hanya dia yang berdosa.

Padahal, bisa jadi yang membagikan video itu, diam-diam juga sedang menyembunyikan dosanya sendiri.

Di titik ini, yang patut digugat bukan hanya oknum (jika memang terbukti), tapi juga cara berpikir kita:
Mengangkat manusia terlalu tinggi. Lalu menjatuhkannya tanpa proses.

Kalau benar ada pelanggaran, biarkan hukum bekerja.
Kalau itu sekadar isu, biarkan klarifikasi bicara.

Tapi satu hal pasti:
moral bukan ditentukan oleh label “ustadz”, tapi oleh konsistensi perilaku.

Dan publik, seharusnya belajar satu hal penting—
jangan lagi mencari figur sempurna,
karena yang ada hanya manusia…
yang kadang ceramahnya lebih tinggi dari akhlaknya./djohar

Hukum sosial Lebih Berpengaruh ketimbang hukum negara,, Itulah yang berlaku saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *